-
PARIS – Dalam waktu hanya empat menit, sekelompok pencuri profesional menjarah delapan perhiasan bersejarah dari Galerie d’Apollon di Museum Louvre, Prancis. Aksi cepat ini menggemparkan dunia seni dan membuat pihak berwenang di Paris segera melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap para pelaku.
Louvre Langsung Ditutup Setelah Aksi Pencurian
Begitu kejadian berlangsung, pihak Museum Louvre langsung menutup seluruh area pameran. Polisi segera memasang garis pembatas di sekitar piramida kaca yang menjadi ikon museum tersebut. Selain itu, tentara bersenjata berjaga di pintu masuk utama demi memastikan keamanan.
Para pelaku memasuki gedung melalui jendela pengangkut furnitur beberapa menit setelah museum dibuka. Mereka menggunakan kerekan dan alat pemotong kaca untuk menembus sistem keamanan galeri. Langkah mereka berlangsung cepat, terencana, dan nyaris tanpa suara.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menanggapi kejadian ini lewat media sosial. Ia menilai pencurian itu sebagai “serangan terhadap warisan budaya bangsa” dan berjanji bahwa pemerintah akan menangkap para pelaku secepat mungkin.
Target Utama: Galeri Apollo
Sekitar pukul 09.30 waktu setempat, ketika pengunjung mulai memadati museum, para pencuri sudah menarget Galeri Apollo, tempat penyimpanan permata mahkota Prancis.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menjelaskan bahwa kelompok tersebut memanfaatkan lift keranjang dan sepeda motor untuk menjalankan aksinya. Mereka berhasil mengambil koleksi langka milik Permaisuri Marie-Louise dan Permaisuri Eugenie, termasuk kalung zamrud, tiara berlian, serta bros kerajaan.
Setelah pencurian terjadi, pihak museum mengevakuasi semua pengunjung dan menutup akses menuju Sungai Seine. Langkah ini penting untuk memperlancar penyelidikan dan menjaga keselamatan publik.
Aksi Cepat Bagaikan Film Hollywood
Beberapa saksi mata menggambarkan kejadian ini seperti adegan film Hollywood.
Talia Ocampo, wisatawan asal Amerika Serikat, mengaku melihat pelaku bergerak cepat dan sangat terorganisir. “Mereka tahu persis jalur keluar masuk ruangan, seolah sudah hafal denah museum,” ujarnya.Polisi menduga aksi ini dilakukan oleh empat orang yang berpengalaman dalam pencurian seni. Karena itu, pihak berwenang melibatkan tim kejahatan internasional agar pencarian berjalan lebih efisien.
Delapan Perhiasan Bersejarah Raib
Departemen Kebudayaan Prancis menyebut bahwa para pelaku mengambil delapan perhiasan berharga dari dua kotak pajangan besar. Barang-barang tersebut berasal dari masa Napoleon I dan Napoleon III, di antaranya:
-
Tiara berlian milik Ratu Marie-Amelie
-
Kalung safir dan anting zamrud milik Marie-Louise
-
Bros besar milik Permaisuri Eugenie
Namun, mahkota Permaisuri Eugenie ditemukan jatuh di luar dinding museum. Polisi yakin benda itu terlepas ketika pelaku melarikan diri dengan motor. Mahkota tersebut bertatahkan 1.354 berlian dan 56 zamrud, menjadikannya salah satu koleksi paling berharga di dunia.
Menurut pakar keamanan seni Anthony Amore, pencurian ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghilangkan bagian penting dari sejarah dan budaya dunia.
Operasi Polisi Berlangsung Cepat
Menteri Kebudayaan Rachida Dati mengungkapkan bahwa aparat tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan masuk. Ia menjelaskan, ‘Para pelaku menjalankan operasi ini dengan sangat cepat, hanya dalam empat menit, dan merencanakannya dengan matang.’
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku menaiki kerekan ke balkon galeri, kemudian memotong kaca jendela dengan alat pemotong logam. Setelah berhasil masuk, mereka langsung mengambil perhiasan dan kabur melalui sisi museum yang menghadap Sungai Seine.
Polisi kini menelusuri setiap rekaman kamera keamanan, mengumpulkan sidik jari, serta memeriksa staf yang bertugas pagi itu. Setiap langkah dilakukan untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam sistem pengawasan.
Louvre Bukan Pertama Kali Jadi Sasaran
Kasus pencurian ini bukan yang pertama kali terjadi di Louvre. Pada tahun 1911, lukisan Mona Lisa sempat hilang selama dua tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali. Bahkan pada tahun 1956, seorang pengunjung melempar batu ke lukisan legendaris itu, menyebabkan kerusakan kecil pada bagian siku.
Belakangan, museum menghadapi tantangan besar akibat lonjakan pengunjung dan kekurangan staf keamanan. Pada Juni lalu, Louvre menunda pembukaan karena aksi mogok karyawan. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik akan lemahnya sistem pengamanan museum nasional.
Pemerintah Prancis Perketat Keamanan Nasional
Perampokan ini menimbulkan kehebohan besar di kalangan masyarakat dan politisi Prancis. Banyak pihak menilai kejadian tersebut menunjukkan celah serius dalam sistem keamanan nasional.
“Saya tidak percaya museum sebesar ini bisa dibobol secepat itu,” ujar Magali Cunel, guru asal Lyon.
Sebagai langkah tegas, pemerintah meningkatkan pengawasan di seluruh situs budaya dan mengaktifkan kerja sama dengan Interpol. Tujuannya jelas: mengembalikan perhiasan bersejarah dan memperkuat perlindungan terhadap warisan seni dunia.
-
Perampokan 4 Menit di Museum Louvre, Koleksi Perhiasan Tak Ternilai Dicuri!

