Kontestan Top 6 Indonesian Idol 2025, Piche Kota, kini menghadapi tuduhan serius setelah masyarakat melaporkan dugaan kasus pemerkosaan siswa SMA berinisial AC yang berusia 16 tahun, di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Selain Piche Kota, polisi juga memeriksa Roy Mali dan beberapa orang lain.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belu, AKP Rio Penggabean, menyatakan bahwa polisi aktif memeriksa korban dan saksi-saksi untuk memastikan fakta yang terjadi.
Kronologi Dugaan Pemerkosaan
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menjelaskan bahwa para pelaku melakukan dugaan pemerkosaan pada Minggu, 11 Januari 2026, pukul 16.00 Wita di hotel di Kelurahan Tenukik, Kecamatan Kota Atambua.
Pada saat itu, korban dan pelaku mengonsumsi minuman beralkohol. Kemudian, korban kehilangan kesadaran, dan para pelaku diduga melanjutkan tindakannya. Setelah kejadian itu, polisi segera mengumpulkan bukti dan memeriksa semua saksi.
Baca Berita Lainnya “Satpol PP Amankan Puluhan Pelat Nomor dari Tukang Tambal Ban di Jakut“
Polisi Mendalami Keterlibatan Piche Kota
Kapolres Belu menegaskan bahwa polisi masih meneliti dugaan keterlibatan Piche Kota kasus pemerkosaan. Polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi, memeriksa bukti, dan menindaklanjuti laporan masyarakat.
Selain itu, kepolisian memastikan setiap langkah dilakukan cepat dan profesional agar fakta tersampaikan dengan jelas.
Langkah Hukum Polres Belu
Polres Belu sudah melakukan beberapa langkah hukum:
-
Menerima laporan resmi dari korban
-
Memeriksa kondisi medis korban
-
Memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan
-
Mengumpulkan bukti pendukung
Dengan cara ini, polisi memastikan proses hukum berjalan transparan dan setiap pelaku akan diproses sesuai ketentuan. Bahkan, polisi berjanji tidak akan menunda tindakan hukum terhadap siapapun yang terbukti bersalah.
Dampak dan Respons Publik
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat. Banyak pihak menekankan pentingnya perlindungan bagi korban dan kepastian hukum.
Selain itu, publik mengingatkan bahwa figur publik, termasuk artis, tetap memiliki tanggung jawab hukum. Kasus ini menjadi pengingat penting terkait risiko penyalahgunaan alkohol.
Akhirnya, masyarakat berharap polisi segera menyelesaikan penyelidikan dan mengungkap fakta secara tuntas agar keadilan tercapai.

